Batas Aman Kecepatan Kendaraan Wajib Dijaga


Jalan raya ialah milik bareng dan mengawal kecepatan aman mesti diterapkan untuk pengendara. Bukan tanpa sebab, kecepatan menjadi di antara kunci terciptanya keselamatan berkendara. 

Senior Instructor Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana, menyatakan semakin cepat kendaraan, akan kian sulit dikontrol. Sehingga, urgen sekali guna berkendara memakai akal sehat dan memacu kendaraan sesuai situasi lalu lintas. 

“Kecepatan kendaraan sudah ditata pada setiap jalan cocok dengan kelasnya. Misalnya terdapat batasan kecepatan di angka 60-100 km/jam di tol. Artinya anda harus sesuaikan dengan lajurnya,” ujar Sony.

Terkait dengan situasi jalan sendiri, pengemudi mesti peka dan sadar, kapan kendaraan mesti mengerjakan deselerasi. Jangan main asal geber tanpa menyimak lingkungan jalan.

Adapun, ada 5 situasi yang menjadi acuan pengendara untuk meminimalisir kecepatan:

Jarak pandang terbatas. Sebab visibilitas terbatas mempengaruhi keterampilan bereaksi pengemudi. 

Di lingkungan perumahan, lokasi tinggal sakit, sekolah, dan keramaian lainnya. Karena ditebak pada lingkungan tersebut tidak sedikit orang yang menyeberang dan lainnya. 

Ketika mobil di depan anda melambat dampak kemacetan, atau urusan lainnya. Pastinya menyesuaikan dengan situasi lalu lintas yang padat. 

Kondisi jalan licin sebab hujan, debu, yang dapat berpotensi mengakibatkan aquaplaning dan berpotensi selip pada kendaraan.

Ketika diminta oleh petugas, seringkali ada handicap (rintangan) di depannya, laksana kecelakaan, hal alam, dan sejumlah kondisi lain.

Sebagai tambahan, sesudah memahaminya dari segi keselamatan, keharusan memelankan kendaraan juga ditata dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Batas Aman Kecepatan Kendaraan Wajib Dijaga"

Posting Komentar