Gejala Umum Pterygium, Prosedur Diagnosis, dan Pengobatannya

Sumber Gambar: www.allaboutvision.com 
Pterygium merupakan suatu gangguan pada mata yang dapat menganggu penglihatan. Kondisi ini berupa timbulnya selaput tipis yang muncul dari celah kelopak mata dan meluas sampai ke tengah mata atau kornea. Gangguan ini umumnya terjadi pada satu mata, tetapi dalam beberapa kasus bisa terjadi di kedua mata sekaligus. 

Lapisan tipis yang menutupi mata tersebut disebabkan terjadinya degenerasi yang membentuk jaringan fibrovaskular abnormal. Jaringan tersebut mengandung serat kolagen yang disebabkan paparan cahaya matahari. Penderitanya juga mengalami berbagai gejala umum pterygium sebagai indikasi awal mengenali gangguan pada mata ini. 

Gejala Umum Pterygium 

Setiap gangguan kesehatan pasti mempunyai gejala. Karena berlangsung dalam empat derajat atau tingkatan, gejala umum pterygium tentu saja bervariasi sesuai dengan kondisi yang dialami setiap penderita. Pterygium pada derajat awal umumnya tidak menimbulkan gejala (asimtomatik). Minimal, gejala yang muncul hanyalah berupa mata kering. Akan tetapi, berbeda cerita jika penyakitnya makin progresif, maka akan menyebabkan gejala umum pterygium yang mulai dialami. 

Beberapa gejala yang dapat dialami di antaranya adalah mata sedikit berair, mata terasa ada yang mengganjal, dan terdapat rasa terbakar pada mata. Pada kondisi yang lebih parah, pterygium ini terlihat secara kasat mata oleh orang lain, sehingga dapat mengurangi rasa percaya diri karena penampilan terganggu. Penglihatan juga menjadi buram pada kasus pterygium derajat empat. 

Prosedur Diagnosis Pterygium

Dalam tahap pemeriksaan awal, dokter akan melakukan pemeriksaan diagnosis kepada pasiennya. Dokter memastikannya dengan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Pada penderita pterygium, dokter melakukan pemeriksaan mata untuk memeriksa jarak penglihatan kedua mata dan memeriksa apakah muncul gejala umum pterygium, seperti mata merah, mata gatal, atau bengkak. 

Pemeriksaan slit lamp menjadi standar pemeriksaan yang digunakan dokter mata pada ruangan yang gelap dengan cara memancarkan celah cahaya tipis secara langsung pada bola mata. Pemeriksaan ini bisa mendeteksi kelainan pada organ mata bagian dalam mulai dari sklera, kornea, iris, lensa, dan sebagainya. 

Pemeriksaan lain adalah menggunakan tes sonde. Tes sonde ini bisa membedakan dua penyakit yang hampir serupa, yaitu pterygium dan psudopterygium. Pseudopterygium ini muncul karena luka akibat penyakit mata dan menimbulkan jaringan parut. Pada pseudopterygium, hasil tes sonde menunjukkan nilai positif di mana jaringan dapat dilalui sonde. Pada kasus pterygium, hasil tes sonde menunjukkan nilai negatif yang berarti tidak dapat dilewati sonde. 

Cara Mengobati Penderita Pterygium 

Jika seseorang sudah mengalami gejala umum pterygium, maka segeralah membawanya periksa ke dokter. Pengobatan untuk penderita memang diawali dengan memastikan kondisinya dengan pemeriksaan diagnosis. Jika memang positif menderita pterygium, tindakan pengobatan medis pun segera dilakukan dan disesuaikan dengan derajat penyakit yang dialami. 

Terapi untuk penderita pterygium derajat 1 dan 2 diberikan obat antibiotik dan steroid. Kedua obat ini berupa obat tetes yang secara langsung dapat mengurangi gejala umum pterygium. Obat tetes kortikosteroid ini mempunyai peran untuk obat antiinflamasi, sehingga dapat mengurangi peradangan pada mata akibat munculnya selaput. Dilansir dar honestdocs.id, obat antibiotik dan kortikosteroid bisa dikombinasikan dan diberikan 3 kali dalam sehari selama 5-7 hari. Obat pelembab juga perlu diberikan agar mengurangi gejala mata kering. 

Pada penderita pterygium derajat 3 dan 4, tindakan bedah atau operasi dilakukan karena khusus untuk derajat 4 ini, selaput yang muncul sudah menganggu penglihatan. Pterygium yang berat ini juga tidak dapat hilang sendiri, maka diperlukan metode eksisi atau pencabutan lapisan pterygium dengan cara bedah sangat diperlukan. Tujuannya untuk mengembalikan penglihatan akibat sudah terganggu oleh selaput mata. 

Sumber Artikel: 
www.honestdocs.id 
hellosehat.com 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Gejala Umum Pterygium, Prosedur Diagnosis, dan Pengobatannya"

Posting Komentar